Culiner’s Center   Leave a comment

 

Bagi anda yang sering berkunjung ke kota Palembang, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kuliner-kuliner kota ini, saya sendiri sudah beberapa kali berkunjung ke kota Palembang,terakhir tahun 2007 silam. Kunjungan saya ke kota pempek adalah dalam rangka silahturahim ke tempat tante saya yang menikah dengan pria Palembang,yang tidak lama setelah menikah, tante saya langsung di boyong ke kota pempek ini.

Mukim tante saya tepatnya di dua ulu darat (kertapati),tidak jauh dari stasiun kertapati,dan dekat juga dengan sungai musi, sungai yang menjadi kebanggaan masyarakat palembang. Tidak banyak jalan yang saya hafal di kota ini,karena sudah cukup lama persinggahan saya tersebut.

Tetapi,walaupun tidak banyak jalan yang saya hafal,ternyata berbagai kulinernya malah banyak yang saya ingat,karena makanan-makanan Palembang mendapat tempat tersendiri dihati saya,selain makanan tersebut jarang ditemui di Jakarta,makanan-makanan Palembang juga sangat nikmat.Pokoknya maknyuss deh makanan-makanannya, saya saja sampai ketagihan,dan salah satu sebab betahnya saya tinggal di Palembang adalah berbagai makanannya yang khas.

Banyak orang berkata bahwa kota Palembang adalah kota yang kaya akan kuliner, dan memang perkataan orang-orang itu benar adanya. Saya membuktikan sendiri hal itu, Berbagai macam makanan tersedia di kota ini, maka tidak berlebihan rasanya jika saya juluki Palembang sebagai kota sejuta kuliner.

Pempek adalah salah satu kuliner favorit saya,walaupun di Jakarta banyak yang menjual pempek,namun makanan yang berasal dari campuran terigu dan sagu ini terasa beda jika kita cicipi di tempat asalnya.Perbedaannya jelas dari kekenyalan dan rasa cukanya yang khas Palembang, tentunya berbeda dengan pempek yang terdapat di Jakarta,malah kadang-kadang penjualnya bukan orang Palembang,ada juga yang berasal dari jawa atau sunda, pastinya rasanya sudah tidak khas Palembang lagi.

Ada satu pengalaman menarik tentang makanan khas ini, ketika saya baru pertama kali ke Palembang, pada 2005 silam,saat itu saya datang ke rumah tante pada malam hari, setelah di sambut dengan baik oleh kerabat saya itu, tidak lama setelah ngobrol-ngobrol tentang banyak hal, maka saya pamit untuk istirahat, saya merasa lelah karena saya menggunakan kendaraan, tidak menggunakan pesawat waktu itu. Pagi pun tiba, setelah selesai sholat shubuh, saya di suguhi kopi susu kesukaan saya, tidak lama kemudian makanan khas itu pun keluar sebagai teman untuk ngopi kata tante saya, sempat terbelalak dengan apa yang di suguhi oleh kerabat saya tersebut, ternyata beliau menyuguhkan pempek pada sarapan pagi, walaupun sempat mengeryitkan kening,akhirnya dengan terpaksa saya menyantap makanan tersebut, ada rasa nyeri pada perut setelah menyantap makanan tersebut,tapi keesokan harinya dan hari-hari berikutnya saya disuguhi kue-kue basah sebagai teman ngopi, rupanya tante saya mengerti bahwa orang betawi tidak terbiasa dengan makanan pedas pada pagi hari,apalagi yang mengandung cuka..hehehe

 

Kota Palembang ini memang identik dengan makanan-makanan yang berasal dari bahan-bahan ikan dan sejenisnya,namun ada juga kue-kue basah yang manis khas Palembang macam kue ketan srikaya, kue ma’suba, kue lapis kojo, engkak, kue 8 jam, bolu kojo,dan lain-lain.Kalau kue-kue basah itu biasanya jajanan pasar, hampir dapat di temui pada pasar-pasar di Palembang.Dan makanan yang banyak di jumpai di gang-gang atau di lorong-lorong kota ini adalah makanan bercuka, seperti tekwan, martabak, rujak mie, lenggang,model,dan tidak ketinggalan pempek.

Sebenarnya masih banyak makanan-makanan lainnya yang tidak saya sebutkan satu persatu, karena saya sendiri tidak hafal dengan semua nama-nama makanan khas Palembang tersebut,karena saking banyaknya.Anda bisa tanya sendiri ke mbah google makanan khas apa aja yang ada di Palembang..hehehe

Lambat laun mungkin kuliner-kuliner khas ini akan menghilang dari peredaran,seiring dengan membanjirnya kuliner-kuliner impor yang berdatangan ke negeri ini. Marilah kita lestarikan kuliner-kuliner lokal yang ada, jangan sia-siakan kekayaan kuliner yang dimiliki oleh Indonesia, bahkan jangan pula kita mencampakkannya hanya karena gengsi,yah..gengsi dengan kuliner impor.

Mari lestarikan kuliner nusantara..!!

Posted Agustus 23, 2011 by Mubawisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: