Pro dan Kontra Penamaan Gelora SBY untuk Kompleks Jakabaring   Leave a comment

Kompleks olahraga Jakabaring di Palembang diusulkan berganti nama menjadi Gelora SBY. Ketua MPR Taufiq Kiemas mendukung usulan stadion yang akan digunakan untuk perhelatan SEA Games November mendatang.

“Itu usulan ketua KONI sana, Madai Madang. Ya saya dukung usulan itu,” ujar Taufiq usai menghadiri upacara persemayaman jenazah anggota FPD DPR Sutjipto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2011).

Jika ada kontroversi terkait pemberian nama Gelora SBY, Taufiq akan menganggap biasa-biasa saja. Taufiq tetap mendukung pemberian nama Gelora SBY.

“Kontroversi kan hal biasa. Selama untuk pembangunan national building ya kita dukung itu,” tutur Taufiq.

Suami Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri ini, berharap setelah dinamakan Stadion SBY, stadion seluas 325 hektar itu tidak akan dipecah-pecah penggunaannya seperti Stadion Gelora Bung Karno di Senayan.

“Kompleks Stadion Jakabaring kan luas. Jangan sampai diambil alih dipecah-pecah seperti GBK jadi Senayan, jadi Senayan City. Makanya namanya kompleks stadion SBY itu,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP ini.

Presiden Apresiasi Usulan Kompleks Stadion Jakabaring

Anggota Komisi X DPR yang mengawasi bidang kebudayaan dan olahraga Rohmani memandang usulan nama kompleks olahraga Jakabaring di Palembang, Sumatra Selatan, menjadi Gelanggang Olahraga Susilo Bambang Yudhoyono atau Gelora SBY tidak logis. Menurutnya, usulan nama Gelora SBY tersebut terlalu dipaksakan.

“Ketika mendengar hal tersebut dari media, saya kaget. Terkesan politis. Apalagi usulan tersebut muncul di tengah latar belakang politik dan hukum yang berkembang begitu dinamis akhir-akhir ini,” kata Rohmani dalam siaran pers yang diterima mediaindonesia.com, Rabu, (21/9).

Politisi PKS tersebut menambahkan usulan pemberian nama Gelora SBY dalam kompleks yang juga terdapat wisma atlet tersebut harus melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat, sehingga lebih baik pemberian nama tersebut diserahkan kepada masyarakat di Palembang.

Menurut Rohmani, jika dilihat dari sejarah pembangunan kompleks Jakabaring justru lebih dekat dengan Presiden Megawati karena masa awal pembangunan saat masa pemerintahannya. Pemberian nama Gelora SBY menjadi tidak logis manakala tidak melihat dari pertimbangan sejarah atau pertimbangan jasa terhadap pembangunan kompleks olahraga tersebut.

“Pertama, pertimbangan sejarah. Pihak-pihak yang memiliki kedekatan atau hubungan langsung dengan tempat yang bersangkutan. Kedua, perlu dipertimbangakan juga faktor jasa dan perjuangan seorang tokoh terhadap pembangunan sarana publik tersebut. Ketiga, pertimbangan mengenang atau mengabadikan nama pahlawan atau tokoh setempat. Apabila menggunakan pertimbangan tersebut maka tidak logis bila nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadikan sebagai nama kompleks olahraga Jakabaring,” ujarnya.

Pemberian nama semakin tidak logis manakala mencuatnya kasus korupsi Wisma Atlet dengan tersangka mantan kader Demokrat, partai dari SBY. Kader-kader SBY diduga terlibat kasus korupsi Wisma Atlet yang berdekatan dengan Kompleks Jakabaring.

Lapangan Berstandar Internasional

Lapangan tenis Jakabaring, Palembang, yang masih dalam proyek poembangunan itu, telah berstandar internasional sehingga memenuhi syarat untuk pelaksanaan berbagai pertandingan termasuk SEA Games.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Lapangan Indonesia Martina Widjaya menegaskan hal tersebut, demikian disampaikan Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel Rizal Abdullah di Palembang, Rabu (29/12).

Lebih lanjut Rizal mengatakan pelaksanaan pembangunan lapangan yang juga persiapan untuk pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut diharapkan selesai tepat waktu.

“Mudah-mudahan akhir April 2011 lapangan berstandar internasional tersebut selesai, sehingga dapat dipergunakan untuk berbagai pertandingan,” ujar dia.

Lapangan tersebut, tambah Rizal, akan dipergunakan untuk pertandingan pesta olahraga dua tahunan pada November 2011. Namun, sebelum pelaksanaan SEA Games, lapangan itu akan diuji coba dengan menyelenggarakan berbagai kejuaraan nasional bahkan internasional, ujar dia.

Sementara, Wakil Ketua II KONI Sumsel Dhennie Zainal mengatakan, memang berbagai cabang olahraga akan melaksanakan Kejurnas sekaligus uji coba lapangan SEA Games.

“Lapangan yang sudah selesai dibangun akan dilaksanakan uji coba melalui Kejurnas,” tambah dia.

Posted September 24, 2011 by Mubawisata in HotNews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: