Jembatan Ampera Palembang   Leave a comment

Jembatan Ampera mulai dibangun pada masa pemerintahan Soekarno pada bulan April 1962. Dananya berasal dari hasil pampasan perang pemerintah Jepang sebesar ± US $ 7 juta (± Rp 2,5 miliar). Saat diresmikan pada Mei 1965.

1965
Jembatan Ampera diklaim sebagai jembatan terbesar di Asia Tenggara. Total panjang jembatan mencapai 1.177 meter dan lebar 22 meter. Menariknya, bagian tengah jembatan ini terangkat setinggi 35,40 meter jika ada kapal yang hendak melintas.

1970-an
Pada tahun 1970 aktivitas naik-turun jembatan dihentikan karena waktu yang dibutuhkan bukan lagi 10 menit seperti sebelumnya tapi 30 menit, sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Kontraktor utama pelaksana pembangunan Jembatan Ampera ini yaitu

2002

2003

Fuji Car Manufacture Co. Ltd.

Sub kontraktor yang tercatat yaitu:
Fuji Sharyo Co. Ltd (steel girder dan tower)
Obayashi Gumi Co. Ltd (Pier 1 s.d. 6 dan abutmen 1)
Fuji Electric Seizo Co. Ltd (fasilitas listrik dan mekanikal)
P.N. Hutama Karya dan P.N. Waskita Karya (jembatan dan pendekat/oprit)

1970
Jembatan utama : 22,5 + 2 x 58,5 x 75,0 + 58,5 x 22,5 : 354 meter

Lebar jembatan yaitu
Jalan (4 jalur) : 4 x 3,5 meter = 14 meter
Lajur sepeda : 2 x 1,75 meter = 3,5 meter
Trotoar : 2 x 2,25 meter = 4,5 meter
Total panjang jembatan = 22,0 meter
Superstucture (Jembatan Utama)
Simple plate grider (bentang tengah) : 75,0 meter (berat 1000 ton)
* 2 span continuous plate grider : 2 x 2 x 58,5 meter
* Simple plate grider : 2 x 22,5 meter

2003
Substructure (Jembatan Utama)
* RC box type abutmen
* RC pier (P1 dan P6)
* RC rigid
* Frame pier (P2 – P5)

Pondasi (Jembatan Utama)
* Tiang baja berbentuk H (300 x 305 x 15 m/m x 8 m)

Pendekat Jembatan
* Sebelah Ilir : 27 + 30 + 27 meter
* Sebelah Ulu : 27 + 6 + 30 + 27 meter

Kriteria Desain Awal

1. Beban (Load)
a. Beban hidup (live load)
Lajur lalu lintas utama menahan beban 30 ton truk dengan panjang 6 meter dan lebar 3 meter. Distribusi beban merata 500 kg/m2 akibat as roda depan truk.
Lajur lalu lintas kedua menahan distribusi beban merata 300 kg/m2. Distribusi beban merata 300 kg/m2 akibat sisi jalan trotoal dan sepeda.

b. Gaya tumbukan (impact load)
* Lajur lalu lintas utama i = 4,5 / (5+L)
* Lajur lalu lintas kedua i = 4,5 / (10+2L)

c. Beban Khusus (special load)
Tanki 60 ton diasumsikan untuk slab dek beton

d. Beban angin (wind load) : 100 kg/m2

e. Faktor kejut (break force) : 10% dari berat kendaraan

f. Beban gempa (earthquake load) : 0,1 x beban mati struktur

g. Temperatur : 20-60 derajat celcius

h. Gaya horizontal railing (horizontal force for hand rail) : 250 kg/m
Diasumsikan 90 cm di atas permukaan

i. Kecepatan aliran (stream velocity) : 2 meter/detik

2. Tegangan Izin
a. Beton
Tegangan tekan izin untuk slab dek : sca = 80 kg/cm2
Tegangan tekanizin untuk substructur : sca = 60 kg/cm

b. Besi Tulangan
Tegangan tarik izin

untuk slab dek : ssa = 1600 kg/cm2.

Sumber : Infokito.net

PEMBANGUNAN jembatan gerak ini dimulai pada bulan April 1962, setelah endapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana rampasan perang Jepang dalam kata lain Semua di tanggung oleh pemerintah jepang dari kontraktor dan pekerja.

Pada awalnya, jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi
Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965 tepatnya pada tanggal 30 September 1965 Oleh Letjend Ahmad Yani ( sore hari Pak Yani Pulang dan subuh 1 Oktober 65 menjadi Korban Gestok), sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Akan tetapi, setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera. tetapi masyarakat palembang lebih suka memanggil jembatan ini dengan sebutan “Proyek Musi”.

Bagian tengah Jembatan Ampera, ketika baru selesai dibangun, sepanjang 71,90 meter, dengan lebar 22 meter. Bagian jembatan yang berat keseluruhan 944 ton itu dapat diangkat dengan kecepatan sekitar 10 meter per menit. Dua menara pengangkatnya berdiri tegak setinggi 63 meter. Jarak antara dua menara ini 75 meter. Dua menara ini dilengkapi dengan dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton.

Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.

Sejak tahun 1970, Jembatan Ampera sudah tidak lagi dinaikturunkan. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini, yaitu sekitar 30 menit, dianggap mengganggu arus lalu lintas antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir, dua daerah Kota Palembang yang dipisahkan oleh Sungai Musi.
Alasan lain karena sudah tidak ada kapal besar yang bisa berlayar di Sungai Musi. Pendangkalan yang semakin parah menjadi penyebab Sungai Musi tidak bisa dilayari kapal berukuran besar. Sampai sekarang, Sungai Musi memang terus mengalami pendangkalan . Pada tahun 1990, dua bandul pemberat untuk menaikkan dan menurunkan bagian tengah jembatan, yang masing-masing seberat 500 ton, dibongkar dan diturunkan karena khawatir jika sewaktu-waktu benda itu jatuh dan menimpa orang yang lewat di jembatan. “Bayangkan jika benda seberat itu menimpa kepala kita,”

Jembatan Ampera pernah direnovasi pada tahun 1981, dengan menghabiskan dana sekitar Rp 850 juta. Renovasi dilakukan setelah muncul kekhawatiran akan ancaman kerusakan Jembatan Ampera bisa membuatnya ambruk.
Bersamaan dengan eforia reformasi tahun 1997, beberapa onderdil jembatan ini diketahui dipreteli pencuri. Pencurian dilakukan dengan memanjat menara jembatan, dan memotong beberapa onderdil jembatan yang sudah tidak berfungsi. Warna jembatan pun sudah mengalami 3 kali perubahan dari awal berdiri berwarna abu-abu terus tahun 1992 di ganti kuning dan terakhir di tahun 2002 menjadi merah sampai sekarang.

Saat ini, berkembang wacana tentang pentingnya pembangunan Jembatan Musi III dan Musi IV, yang menghubungkan antara Seberang Ilir dan Seberang Ulu Palembang. Pembangunan dua jembatan dimaksudkan agar Jembatan Ampera tidak kelebihan beban kendaraan yang melintas, sekaligus untuk lebih membuka kawasan Seberang Ulu.

Harapan sebagian warga Palembang yang ingin melihat Jembatan Ampera seperti dulu, agaknya sulit terwujud. Tetapi menurut riset terakhir pemerintah Jepang Jembatan Ampera masih tetap kokoh sampai 50 tahun lagi. dan akan segera di lakukan renovasi ulang oleh kontraktor Jepang , tetapi dengan catatan Jembatan harus di tutup selama 2 Tahun

Jembatan Ampera Tidak Dapat Diangkat Lagi

Sekitar bulan Maret atau April 1970 merupakan jembatan ampera tidak dapat di naik turunkan lagi karena penyebabnya adalah kerusakan atau masalah genset yang menjadi sumber tenaga utama untuk menaikan dan menurunkan bagian tengah jembatan, seperti itu yang di katakan oleh Pak Nurdin karena sekolah beliau dekat dengan tempat tersebut, tetapi saat itu memang ada penyebab lain yang menyebabkan bagian tengah jembatan tidak di angkat lagi, seperti :

• Pendangkalan Sungai Musi tidak bisa dilayari kapal berukuran besar. Sampai sekarang, Sungai Musi memang terus mengalami pendangkalan.

• Kemacetan lalu lintas yang memakan waktu 30 menit setiap kapal-kapal akan melintas

Apalagi beberapa komponen jembatan banyak yang di curi apalagi tahun 1997, beberapa onderdil jembatan ini diketahui dipreteli pencuri. Pencurian dilakukan dengan memanjat menara jembatan, dan memotong beberapa onderdil jembatan yang sudah tidak berfungsi.

Yang tragis sekarang masyakat yang melintas di atas ini sering pipis sembarangan tempat, di tower, tangga turun dan berapa tempat lainnya.

1990-an

Posted April 23, 2011 by Mubawisata in City Tour

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: