Palembang Kota Wisata Air   Leave a comment

Sebagai wisata ziarah, Palembang cukup kaya dengan berbagai peninggalan. Bergiat dan berbenah. Dua kata untuk menjuluki kota Palembang saat ini. Setelah dulu terbelenggu image kriminalitas tentang kota tak aman, kini wilayah yang dikembangkan seperti taman-taman komunitas menjadi ramai dengan aktifitas positif. Kawasan hijaunya mengubah tentang kota Palembang yang panas menjadi kota yang rimbun.nuh, kusam, dan rawan, kini talc nampak di sepanjang pangkal jembatan Ampera, sungai lusi. Kesemrawutan mula diubah menjadi keteraturan. Tujuannya tak lain guna memunculkan kota Palembang yang manusiawi. Adalah Ir. Eddy Samana Putra, Walikota Palembang yang mengubah kota tersebut saat ini dari kota yang semrawut dan kumuh menjadi tertib. Di periode kepemimpinannya yang kedua, ia meluaskan pembangunan penyangga kota Palembang. Semula tak dilirik, kini berbondong investor lokal dan asing datang ke kota Pempek tersebut. Tahun 2003, Pasar 16 Ilir yang kumuh dan jorok disulap menjadi taman kota yang hijau dan bersih dan merelokasi pedagangnya ke wilayah Jakabaring. Wilayah-wilayah sepanjang pangkal jembatan Ampera sungai Musi ditertibkan menjadi kawasan wisata yang nyaman. Pada 2007 – 2008, kota Palembang menyandang predikat kota Adipura. Padahal sebelumnya kota Palembang menyandang predikat kota terkotor. Hingga di tahun yang sama pula, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mendukung upaya pembangunan kota Palembang sebagai Kota Wisata Air, layaknya konsep wisata di kota Bangkok, Thailand dan Phnom Penn, Kamboja. Kawasan Benteng Kuto Besak pun tak luput dari pembenahan. Kesem rawutannya berkurang. Lainnya adalah kawasan wisata sungai Musi yang dikunjungi setiap harinya oleh warga lokal dan luar kota Palembang. Beberapa sarana pun terbangun, dari dermaga kapal wisata hingga pusat jajanan kakilima. Di areal Benteng Kuto Besak atau lebih dikenal BKB, dibangun panggung permanen yang kerap digelar event-event berskala lokal, nasional dan internasional. Dinas Pariwisata Kota Palembang dan pihak swasta antusias membuat resto kambang sekaligus menyediakan kapal pesiar. Tersedia kapal pesiar Putri Kembang Dadar berkapasitas maksimum 120 orang. Dengan harga tiket sebesar Rp 70 ribu per orang dan Rp 6,5 juta untuk tarif sewa, rute wisata yang dilalui adalah Rumah Rakit – PT. Pusri – Pertamina – Daerah Bagus Kuning – Mesjid Lawang Kidul – Mesjid Ki Merogan – Benteng Kuto Besak – Pulau Kemarau. Pelayanan jasa kapal pesiar dibuka hari Sabtu, Minggu, atau hari libur nasional.Rute yang sama juga dilalui oleh kapal pesiar milik restoran Riverside. Yang ditawarkan tentunya pemandangan sungai Musi dan sekitarnya. Panoramanya akan lebih indah di waktu malam dengan taburan caha-ya lampu. Pucuk Ampera Berkunjung ke Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II, tidak lupa singgah di Sentra Industri Ukiran Khas Palem bang yang tak jauh letaknya dengan masjid tersebut. Tepatnya di jalan Pakih lalalludin 19 Ilir Palembang. Sedikitnya ada 15 pengrajin ukiran khas Palembang di situ. Dulunya pengrajin di tempat tersebutberasal dari Kampung Sayangan, Kampung Kuningan, dan Kampung Plampitan, dimana seni kerajinan ukir khas Palembang berkembang. Ukiran khas Palembang dapat dilihat secara visual lewat kombinasi wama hitam, coklat, dan kuning keemasan. Motif ukir.in khasnya terletak pada ornamen kembang dan daun. Berbeda dengan motif ukiran Jepara yang-khasnya adalah hewan. Memasuki lokasi tersebut. Anda akan mencium aroma bakaran Leng-gang. Sejenis Pempek yang dibakar dengan daun pisang sebagai wadahnya. Pempek yang oleh sebagian besar masyarakat Palembang juga dijadikan makanan pokok, banyak dibuat oleh produsennya dengan penawaran berbagai macam rasa dan jenis.lika Anda datang ke kota Palembang, beberapa nama besar usaha kuliner tersebut yang patut dikunjungi adalah Pempek Pak Raden, Pempek Candy, Pempek Mangdin, dan masih banyak lagi. Kalaupun ingin menyantap Pempek murah meriah namun nikmat, Anda bisa kunjungi Ialan Mujahidin Kelurahan 26 Ilir, terusan jalan Radial Palembang. Di jalan tersebut pula, Anda dapat memperoleh toko-toko souvenir berupa kasur Lehat. Konsep wisata yang dikembangkan di sepanjang sungai Musi dari pangkal jembatan Ampera sudah berjalan dan berfungsi baik, pada malam harinya, wisata kuliner sungai Musi terletak di pasar 16 Ilir. Deretan warung tenda dimana pusat jajanan kaki lima, menyajikan berbagai menu makanan yang dapat dinikmati sambil menyelami pemandangan Musi di waktu malam. Sebagai wisata ziarah. Palembang cukup kaya dengan berbagai peninggalan. Seperti makam Sultan Mahmud Badaruddin I dan Kawah Tengkurep yang terdapat di satu areal di Kelurahan 3 Ilir, makam Sultan Agung dan Ki Gede Ing Suro di 1 Ilir, dan makam Sabokingking di Sei Buah Ilir Timur II.Karena Musi masih memiliki pesona dan daya pikat tersendiri, maka pengembangan pariwisatanya dibuat maksimal. Jembatan Ampera yang semula dapat dinaik-turunkan untuk mendukung lalulintas air, di non-aktifkan sejak 1970 oleh karena lalu lintas darat lebih padat ketimbang lalu lintas air. Proses pengangkatan jembatan memakan waktu 30 menit untuk bisa dilalui kapal besar. Hal tersebut menghambat lalu lintas darat yang memang sudah sangat vital pada saat itu. Praktis, mesin-mesin penggerak jembatan hasil pampasan perang dengan Jepang tersebut pensiun. Demi menarribah warna baru, direncanakan pucuk menara jembatan Ampera tersebut menjadi target pariwisata andalan kota Palembang.”Kita merencanakan akan menurunkan semua mesin-mesin tersebut dan menghidupkan kembali lift yang lama mati dan mengubahnya untuk wisata restoran di atas menara,” sergah Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Baharuddin Ali. Koran Jakarta sempat mendaki tangga menara jembatan Ampera hingga ke pucuk untuk mengabadikan kota Palembang dari atas jembatan tersebut. Dan memang, pemandangan kota Palembang sangat memukau.Bahkan mesin-mesin pengangkat jembatan sebagian besarnya masih utuh meski tak terawat. Yang tergambar saat itu adalah potensi wisata ekstrim bisa dibuat di situ seperti halnya wisata jembatan di Sidney, Australia. Kelak pucuk menara jembatan Ampera tersebut akan hadir restoran seperti yang dikemukakan kepala dinas pariwisata kota Palembang tersebut. Kita tunggu saja!

Posted April 5, 2011 by Mubawisata in City Tour

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: